Kamis, 02 Mei 2013

INSTALASI SISTEM OPERASI





A.   INSTALASI WINDOWS XP

1.      bahan
No.
Nama bahan
spesifikasi
1.
System operasi
Windows XP

2.      Penentuan identitas PC
·         Nama computer                                  : WINXP
·         Nama pemilik                                     : pengguna
·         Organisasi                                           : tkj
·         Password pemilik                                : pengguna
·         Negara                                                  : Indonesia
·         Bahasa instalasi                                  : English (United Stated)
·         Tanggal                                               : 26 mei 2013
·         Waktu                                                  : 15.47
·         Zona waktu                                         :  (GMT+07.00) Bangkok, Hanoi, Jakarta
·         Workgroup & computer domain        : WORKGROUP
·         Nama user                                          : user1
Penentuan identitasi PC diatas adalah sebagai contoh. Kita dapat merubah identitas tersebut sesuai kebutuhan dan keinginan.

3.      Proses instalasi system operasi
·         Nyalakan PC dan ketika PC melakukan booting tekan tombol BIOS agar bisa masuk kedalam BIOS (del / f2 / esc / f10)
·         Rubah urut-urutan booting pada BIOS menu Boot Squence dengan urutan
-          First (1st) boot                   : CDROM
-          Second (2nd) boot             : Harddisk
·         Tekan F10 untuk keluar dan otomatis menyimpan hasil konfigurasi BIOS.
·         Computer akan melakukan restart otomatis dan akan booting melalui CD-ROM yang dengan otomatis akan membaca CD sistem operasi.
·         Dan ketika CD instalasi telah terbaca akan muncul tulisan press any key to continue setup ….. dan tekan sembarang tombol untuk memulai instalasi windows XP.
·         Tunggu beberapa saat karena PC akan melakukan proses pencarian informasi hardware atau pendeteksian hardware yang terpasang pada PC.
·         Setelah beberapa saat, proses tersebut akan selesai dan tahap berikutnya adalah preparing installation dengan munculnya  jendela selamat datang dan juga berisi pilihan apa yang akan dilakuakan pada PC yang akan diinstalasi.
Karena kita akan melakukan instalasi windows XP tekan enter untuk melanjutkan.
·          akan muncul license agreement. Halaman ini adalah pernyataan persetujuan atas sarat-sarat yang diajukan oleh pembuat jika menggunakan system operasi windows XP. Baca dengan seksama dan tekan F8 untuk menyetujui.
·         Tahap berikutnya adalah proses partisi harddisk. Yaitu proses pembagian harddisk  yang bertujuan untuk memisahkan drive untuk system operasi dan drive untuk data pribadi. Hal ini bertujuan agar jika suatu saat mengalami kerusakan system operasi dan diharuskan untuk menghapus system operasi, data pribadi yang dimiliki tidak ikut terhapus. Buatlah partisi sesuai keinginan namun untuk partisi pertama atau drive C: kapasitas minimal yaitu 2000 MB atau 2 GB.
-          Tekan D                 : untuk menghapus partisi
-          Tekan C                 : untuk membuat partisi
-          Tekan esc              : untuk membatalkan perintah
-          Tekan enter           : untuk melanjutkan proses instalasi
Sehingga kurang lebih terbentuk partisi seperti gambar diatas.
·         Berikutnya adalah pemilihan format file system untuk drive system operasi yang diinstal. Ada 2 pilihan penggunaan file system yaitu FAT file system dan NTFS file system. Masing-masing dapat digunakan, namun untuk windows XP disarankan menggunakan NTFS file system. Pilih format the partition using the NTFS file system dan tekan enter. Pilihan (Quick) bertujuan agar proses format dilakukan dengan cepat.
·         Proses memformat drive system operasi akan dilakukan. Tunggulah beberapa saat dan berikutnya PC akan melakukan proses copying file. Proses ini berlangsung sekitar 10 menit.
·         Setelah proses copying file selesai PC akan melakukan restart secara otomatis.
·         Ketika PC melakukan booting, akan muncul tulisan press any key to continue setup…. Jangan tekan tombol apapun karena proses ini sudah dilakukan. PC secara otomatis akan melakuan booting pada harddisk Karena 2nd boot sequence yaitu harddisk.
·         Akan muncul windows XP boot screen. Berikutnya adalah tahap intalling windows yang diawali dengan intalling device.
·         Setelah proses tersebut selesai akan muncul jendela untuk pemilihan Negara yang ditempati dan bahasa yang digunakan. Pilih lokasi dan bahasa yang telah ditentukan saat penentuan identitas PC.
·         Berikut adalah pengisian nama dan organisasi pemilik windows XP. Masukan nama dan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.
·         Selanjutnya tahap pengisian product key. Pada langkah ini harus memasukan product key atau serial number dari perusahaan pembuat yang telah diberikan ketika pembelian CD instalasi windows XP.
·         Berikutnya yaitu pengisian nama PC dan password untuk menggunakan PC tersebut. Hal ini bertujuan agar PC tidak digunakan oleh orang yang tidak diinginkan.
·         Terakhir yaitu penentuan tanggal, waktu dan zona waktu. isikan sesuai waktu instalasi dan zona waktu tempat tinggal pemilik.
·         Proses pengisian identitas PC telah selesai dan PC akan melakukan installing network. Dan ketika proses ini selesai akan muncul konfirmasi konfigurasi network. Pilih typical setting agar konfigurasi network diatur otomatis oleh windows XP.
·         Berikut adalah halaman pengisian identitas network yaitu identitas yang berfungsi agar PC dapat berkomunikasi jika dihubungkan dan memiliki identitas network yang sama. Isikan WORKGROUP sebagai identitas network default dari windws XP.
·         Selanjutnya windows akan melakukan proses copying file. Tunggu beberapa saat karena proses ini berlangsung sekitar 40 menit.
·         Tahap terakhir yaitu saving setting. PC akan menyimpan semua hasil konfigurasi instalasi windows XP.
·         Dan proses instalasi windows XP telah selesai. Sampai tahap ini komputer akan melakukan restart otomatis dan CD instalasi windows XP sudah dapat dikeluarkan / diambil.
·         Setelah komputer nyala akan muncul ucapan selamat datang dari windows XP. Klik next untuk melanjutkan
·         Berikutnya yaitu konfigurasi agar komputer kita bisa terhubung ke internet. Karena konfigurasi ini kita lakukan setelah selesai instalasi windows XP maka kita akan melewati tahap ini tanpa melakukan konfigurasi dengan klik skip.
·         Tahap ini adalah untuk mendaftarkan sistem operasi kita ke Microsoft (pembuat windows XP). Lakukan registrasi dengan syarat harus terhubung dengan internet. Dan jangan lakukan registrasi jika sistem operasi yang digunakan bukan yang asli (bajakan).
·         Berikutnya yaitu memasukan nama yang akan menggunakan komputer tersebut dan tekan next untuk melanjutkan.
·         Tahap instalasi windows xp sudah selesai. Tekan finish untuk mengakhiri dan beberapa saat akan muncul jendela windows XP seperti yang biasa kita gunakan.

PENGENALAN DAN MEMAHAMI KONSEP JARINGAN KOMPUTER




1.      Pendahuluan
IP address adalah sistem pengalamatan komputer yang terhubung jaringan. Ip address adalah yang paling banyak digunakan didunia.

2.      Format IP Address
·      IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit
·      dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya
·      Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet
·      Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
·      IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.
·      Penulisan IP address bentuk biner boleh diterjemahkan menjadi angka desimal



3.            Pembagian Kelas IP Address
Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID).
·      Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain,
·      host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.

IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental.

Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
a.      IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

IP address kelas A
b.      Pada IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.
IP address kelas B
c.       IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 110. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.
IP address kelas C
d.      IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini.
e.      IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.

4.            Address Khusus
Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah:

a.      Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Analoginya mirip petugas penyortir pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut.
b.      Broadcast Address.
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network.

5.            Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID
Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang digunakan :
1.      Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
2.      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.


3.      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringn bukan suatu host.
4.      Host ID harus unik dalam suatu network.
Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

6.      Subnetting
subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address.
Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.


Tabel : Netmask

Desimal
Bit
Alamat
Hexa
desimal
Biner
255.255.255.255
32
1
FF.FF.FF.FF
11111111.11111111.11111111.11111111





255.255.255.254
31
2
FF.FF.FF.FE
11111111.11111111.11111111.11111110
255.255.255.252
30
4
FF.FF.FF.FC
11111111.11111111.11111111.11111100
255.255.255.248
29
8
FF.FF.FF.F8
11111111.11111111.11111111.11111000
255.255.255.240
28
16
FF.FF.FF.F0
11111111.11111111.11111111.11110000
255.255.255.224
27
32
FF.FF.FF.E0
11111111.11111111.11111111.11100000
255.255.255.192
26
64
FF.FF.FF.C0
11111111.11111111.11111111.11000000
255.255.255.128
25
128
FF.FF.FF.80
11111111.11111111.11111111.10000000
255.255.255.0
24
256
FF.FF.FF.0
11111111.11111111.11111111.00000000





255.255.254.0
23
512
FF.FF.FE.0
11111111.11111111.11111110.00000000
255.255.252.0
22
1024
FF.FF.FC.0
11111111.11111111.11111100.00000000
255.255.248.0
21
2048
FF.FF.F8.0
11111111.11111111.11111000.00000000
255.255.240.0
20
4096
FF.FF.F0.0
11111111.11111111.11110000.00000000
255.255.224.0
19
8192
FF.FF.E0.0
11111111.11111111.11100000.00000000
255.255.192.0
18
16384
FF.FF.C0.0
11111111.11111111.11000000.00000000
255.255.128.0
17
32768
FF.FF.80.0
11111111.11111111.10000000.00000000
255.255.0.0
16
65536
FF.FF.0.0
11111111.11111111.00000000.00000000





255.254.0.0
15
131072
FF.FE.0.0
11111111.11111110.00000000.00000000
255.252.0.0
14
262144
FF.FC.0.0
11111111.11111100.00000000.00000000
255.248.0.0
13
524288
FF.F8.0.0
11111111.11111000.00000000.00000000
255.240.0.0
12
1048576
FF.F0.0.0
11111111.11110000.00000000.00000000
255.224.0.0
11
2097152
FF.E0.0.0
11111111.11100000.00000000.00000000
255.192.0.0
10
4194304
FF.C0.0.0
11111111.11000000.00000000.00000000
255.128.0.0
9
8388608
FF.80.0.0
11111111.10000000.00000000.00000000
255.0.0.0
8
16777216
FF.0.0.0
11111111.00000000.00000000.00000000





254.0.0.0
7
33554432
FE.0.0.0
11111110.00000000.00000000.00000000
252.0.0.0
6
67108864
FC.0.0.0
11111100.00000000.00000000.00000000
248.0.0.0
5
134217728
F8.0.0.0
11111000.00000000.00000000.00000000
240.0.0.0
4
268435456
F0.0.0.0
11110000.00000000.00000000.00000000
224.0.0.0
3
536870912
E0.0.0.0
11100000.00000000.00000000.00000000
192.0.0.0
2
1073741824
C0.0.0.0
11000000.00000000.00000000.00000000
128.0.0.0
1
2147483648
80.0.0.0
10000000.00000000.00000000.00000000
0.0.0.0
0
4294967296
0.0.0.0
00000000.00000000.00000000.00000000